Hukum Berbuka Puasa Sebelum Waktunya: Mengira Sudah Maghrib!

darulmaarif.net – Indramayu, 03 Maret 2025 | 10.00 WIB

Di era digital seperti sekarang, banyak orang mengandalkan aplikasi adzan di smartphone sebagai penentu waktu untuk berbuka puasa. Namun, bagaimana jika ternyata adzan di aplikasi lebih cepat atau lebih lambat dari jadwal resmi imsakiyah? Apakah puasanya tetap sah?

Kasus serupa juga sering terjadi di berbagai daerah, seperti perbedaan waktu antara adzan di mushola dan masjid dalam satu desa. Misalnya, ada mushola yang selalu mengumandangkan adzan magrib lebih awal dibandingkan masjid, sehingga masyarakat pun berbuka lebih cepat. Lantas, bagaimana hukum berbuka sebelum waktunya dalam Islam? Mari kita simak penjelasan fiqh berikut ini.

Hukum Berbuka Puasa Sebelum Waktunya

Islam menetapkan waktu berbuka puasa adalah saat matahari benar-benar telah terbenam. Jika seseorang berbuka sebelum waktunya karena mengira sudah masuk waktu maghrib, ada dua kemungkinan:

  1. Jika setelahnya terbukti waktu maghrib memang sudah masuk, maka puasanya tetap sah.
  2. Jika setelahnya diketahui bahwa matahari sebenarnya belum terbenam, maka puasanya batal dan wajib diqodlo di luar Ramadhan.

Hal ini sebagaimana dijelaskan dalam kitab I’anatut Tholibin (Juz 2, Halaman 230):

ولو أكل باجتهاد أولا وآخرا فبان أنه أكل نهارا بطل صومه إذ لا عبرة بالظن البين خطؤه فإن لم يبن شئ: صح

Artinya: “Jika seseorang berbuka karena ijtihad (dugaan) baik di awal maupun di akhir, lalu ternyata ia berbuka di siang hari, maka puasanya batal. Sebab, dugaan yang jelas-jelas salah tidak bisa dijadikan pegangan. Namun, jika tidak ada kepastian apakah benar atau salah, puasanya tetap sah.” (I’anatut Tholibin Juz 2, hal. 203)

Hal ini juga diperjelas dalam kitab Kasyifatus Saja (Halaman 12):

و الرابع على من افطر ظانا الغروب فبان خلافه ايضا ) كما يقع الان كثيرا بسبب جهل الميقاتية قاله الشرقاوى

Artinya: “Yang keempat adalah orang yang berbuka karena menyangka matahari sudah terbenam, lalu ternyata keliru. Hal ini banyak terjadi saat ini karena ketidaktahuan tentang batas waktu yang benar.” (Syekh Nawawy Al-Bantani, Kasyifatus Saja, [Haromain, Surabaya], hal. 12)

Bagaimana Agar Tidak Salah Saat Berbuka Puasa?

Untuk menghindari kesalahan berbuka puasa, berikut beberapa tips yang bisa dilakukan:

  1. Gunakan jadwal resmi dari Kementerian Agama atau Lembaga Falakiyah Nahdlatul Ulama

Pastikan mengikuti jadwal yang telah ditetapkan oleh lembaga terpercaya untuk menghindari kesalahan.

  1. Ikuti Adzan dari Masjid Besar atau Stasiun TV Resmi

Jika ada perbedaan waktu antara mushola dan masjid besar, sebaiknya ikuti adzan dari masjid besar atau dari siaran televisi nasional yang telah disinkronkan dengan waktu astronomi.

  1. Hindari Berbuka Hanya Mengandalkan Perasaan atau Langit yang Mendung

Jangan hanya mengandalkan perkiraan matahari terbenam, apalagi jika cuaca mendung atau tertutup awan tebal.

Oleh sebab itu, berbuka puasa sebelum waktunya dengan alasan keliru mengira maghrib sudah tiba bisa menyebabkan puasa batal dan wajib diqodlo. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk berhati-hati dalam menentukan waktu berbuka. Pastikan menggunakan sumber yang akurat dan terpercaya agar ibadah puasa kita sah dan berkah.

Jangan sampai puasa seharian penuh batal hanya karena selisih beberapa menit saja. Mari kita lebih teliti dalam beribadah agar tidak merugi ya.

Semoga bermanfaat. Wallohu a’lam.