darulmaarif.net – Indramayu, 01 Februari 2023 | 13.00 WIB

Hari ini, 01 Februari 2023 M bertepatan dengan tanggal 10 Rajab 1444 H. Bagi kalangan umat Islam, bulan Rajab memiliki banyak peristiwa bersejarah yang dapat kita ambil hikmahnya. Salah satunya, peristiwa saat Nur Muhammad diletakkan pada rahim Siti Aminah.
Para sejarawan Muslim menyebutkan bahwa salah satu peristiwa besar yang terjadi pada bulan Rajab adalah awal mula nur nubuwah (cahaya kenabian) Rasululloh Saw diletakkan pada rahim ibundanya, Siti Aminah. Salah satu catatan Syekh Yusuf bin Isma’il an-Nabhani dalam kitabnya, Al-Anwârul Muḫamamdiyah (yang disarikan dari kitab Mawâhibul Laddûniyah) menjelaskan, ketika hendak menitipkan Nabi Muhammad dalam rahim Siti Aminah pada malam Jumat, bertepatan pada tanggal 10 di bulan Rajab, Alloh Swt memerintahkan Malaikat Ridwan (malaikat penjaga pintu surga) untuk membuka pintu Surga Firdaus sebagai bentuk penghormatan.
Dalam Sirah Nabawiyah, kita memahami perjalanan dakwah beliau, bahkan sampai ketika Rasululloh Saw mulai berada dalam kandungan yaitu di bulan Rajab. Saat itu terdengar seruan malaikat yang terdengar di langit dan bumi, “Perhatian, sesungguhnya cahaya suci yang sejatinya adalah Nabi Muhammad, pada malam ini sudah berada dalam rahim Aminah.”
Abu Muhammad Abdul Malik bin Hisyam al-Muafiri dalam buku Sirah Nabawiyah lbnu Hisyam Jilid 1 (2020: 130) mengungkapkan, Siti Aminah bintu Wahb, ibunda Rasululloh Saw bercerita, ketika mengandung ia bermimpi didatangi seseorang kemudian orang tersebut berkata kepadanya, “Sesungguhnya engkau mengandung pemimpin umat ini. Jika engkau melahirkannya, ucapkan, ‘Aku meminta perlindungan untuknya kepada Alloh Yang Maha Esa dari keburukan semua pendengki, dan beri nama dia Muhammad.”
Ketika Siti Aminah mengandung Rasululloh, ia melihat seberkas sinar keluar dari perutnya dan dengan sinar tersebut ia bisa melihat istana-istana di Syam.
Pertanda demi pertanda dari langit itu menjadi penyejuk hati bagi Ibunda Aminah yang telah menjanda. Dirinya memahami yang tengah dikandung bukanlah manusia biasa, melainkan manusia pilihan Tuhan yang akan menerangi dunia, yang cahayanya akan mengalahkan kemegahan istana-istana raja-raja digdaya.
Tuhan telah menyiapkan skenario terbaik bagi menyambut kelahiran manusia pilihan. Melalui rahim Siti Amina, salah seorang tokoh istimewa berperan dengan kesabaran yang begitu mengagumkan. Kebahagiaan bukan hanya untuk dirinya beserta keluarganya, tetapi kehamilan dirinya juga menyemarakkan seluruh penghuni langit.
Dalam hadits Ibnu Ishaq dijelaskan, Siti Aminah pernah menceritakan kisah saat dirinya sedang mengandung janin Nabi Muhamad.
Ada suara tanpa rupa yang berkata padanya, “Sungguh engkau sedang mengandung seorang pemimpin umat.”
Lantas Aminah menimpali, “Aku tidak merasa bahwa diriku sedang hamil, juga tidak merasakan berat sebagaimana yang dirasakan oleh wanita hamil pada umumnya.
Amanah besar yang bersemayam di rahimnya, tidaklah membuat Siti Aminah menjadi kesusahan. Semesta memberikan dukungan yang meringankan dirinya dalam mengandung. Dan karena yang berada di rahimnya ialah nabi kekasih Alloh Swt. maka janin itu pun menunjukkan kasih sayangnya terhadap sang ibunda.
Syaikh ash-Shafuri (2021: 25-26) menceritakan, kemudian Siti Aminah sendiri mengungkap, “Sungguh, aku tidak merasakan kehamilan anakku, Muhammad, karena aku tidak merasa mengidam dan dan tidak merasa berat sebagaimana dirasakan para perempuan yang sedang hamil.”
Siti Aminah sudah menyaksikan ibu-ibu hamil yang kesusahan melalui masa ngidam, mual muntah serta berbagai kepayahan akibat tumbuhnya janin di rahim. Namun, Alloh Swt memberikan Siti Aminah kehamilan yang penuh berkah tanpa keluh kesah dan tanpa kesusahan apapun.
Nabi Muhammad telah menunjukkan siapa dirinya yang sesungguhnya. Siti Aminah bersyukur rahim sucinya telah terpilih mengandung manusia terbaik. Berikutnya, Aminah menyiapkan diri menyambut masa persalinan yang kerap mendabarkan hati kaum hawa.
Itulah diantara peristiwa besar yang terjadi pada 10 Rajab, saat Nur Muhammad diletakkan dalam rahim Siti Aminah. Sebagai umat Islam, kita tentu saja sangat bersyukur dengan seharusnya berbahagia menyambut manusia agung yang menjadi lentera yang menyibak kegelapan di alam semesta ini.
Semoga bermanfaat. Wallohu a’lam.


