darulmaarif.net — Indramayu, 9 Agustus 2026 | 08.00 WIB
Lebih dari 1000 peserta mengikuti kegiatan Senam Sehat Bersama H. Dedi Wahidi yang digelar di Lapangan Bola Utama Yayasan Darul Ma’arif Kaplongan, Indramayu, Ahad (9/8/2026) pagi. Kegiatan tersebut menjadi momentum untuk mengajak masyarakat pesantren membudayakan olahraga sekaligus mempererat silaturahmi antarwarga pendidikan.
Sejak pukul 07.30 WIB, suasana Kampus Hijau Darul Ma’arif tampak semarak. Para santri, guru, ustadz dan ustadzah, pimpinan lembaga, serta masyarakat yang hadir mengikuti rangkaian senam bersama dengan penuh antusias.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Ketua Pembina Yayasan Darul Ma’arif sekaligus Anggota DPR RI, H. Dedi Wahidi, serta perwakilan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), Yayat Suyatna, S.Pd., M.Pd., selaku Asisten Deputi Olahraga Masyarakat Kementerian Pemuda dan Olahraga.
Ajak Warga Pesantren Budayakan Olahraga
Dalam kesempatan tersebut, H. Dedi Wahidi menekankan pentingnya menjaga kesehatan tubuh melalui aktivitas fisik. Menurut dia, kesehatan merupakan modal penting agar masyarakat dapat menjalankan aktivitas pendidikan, pengabdian, dan kehidupan sosial secara optimal.

“Pagi ini saya sangat senang melihat Kampus Hijau begitu meriah mengikuti senam sehat. Ada Komunitas Goes, ada Srikandi Kampus Hijau, ada para santri, guru, ustadz dan ustadzah, para pimpinan lembaga, dan banyak lainnya. Kita semua ingin semuanya sehat. Kita membutuhkan tubuh kita sendiri yang sehat, karena ketika tubuh tidak sehat, kita akan terkendala dengan banyak hal,” ujar Dedi Wahidi.
Ajakan tersebut sejalan dengan semangat kegiatan yang mengusung pesan “Ayo Olahraga, Bugarkan Indonesia”. Olahraga tidak hanya dipandang sebagai aktivitas untuk menjaga kebugaran, tetapi juga sebagai bagian dari upaya membangun masyarakat yang sehat, aktif, dan produktif.
Di lingkungan pesantren, budaya hidup sehat menjadi semakin penting karena aktivitas santri dan tenaga pendidik berlangsung dalam ritme yang padat. Keseimbangan antara pendidikan, ibadah, pengabdian, dan kesehatan fisik menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari pembentukan sumber daya manusia.
Senam Srikandi, Ruang Silaturahmi Perempuan
Selain diikuti oleh para santri dan tenaga pendidik, kegiatan senam juga menjadi ruang kebersamaan bagi kalangan perempuan melalui Senam Sehat Srikandi.
Ustadzah Rochyatin Habibah misalnya, mengatakan kegiatan tersebut tidak semata-mata berkaitan dengan olahraga. Menurut dia, senam bersama juga menjadi sarana memperkuat hubungan sosial sekaligus menjaga kebugaran fisik dan mental perempuan.
“Kegiatan senam sehat Srikandi bersama Bapak H. Dedi Wahidi ini bukan sekadar olahraga, melainkan momentum penting untuk mempererat tali silaturahmi sekaligus menjaga kebugaran fisik dan mental kaum perempuan agar tetap produktif,” ujar Rochyatin.
Hal senada disampaikan Ustadz Soleh Anwar. Ia mengaku senang dengan kegiatan yang melibatkan banyak unsur warga Darul Ma’arif tersebut.
“Merasa senang dan gembira dengan adanya gerakan senam sehat ini,” kata Soleh.
Kemeriahan senam bersama menunjukkan bahwa pesantren tidak hanya menjadi ruang pendidikan keagamaan, tetapi juga tempat tumbuhnya kesadaran mengenai pentingnya kesehatan dan kualitas hidup.
Kegiatan semacam ini diharapkan dapat menjadi bagian dari budaya positif di lingkungan Kampus Hijau Darul Ma’arif. Semangat berolahraga bersama juga mempertemukan berbagai unsur pesantren dalam suasana yang lebih cair: santri, guru, ustaz dan ustazah, pimpinan lembaga, serta masyarakat.
Dengan semangat “Ayo Olahraga, Bugarkan Indonesia”, kegiatan Senam Sehat Bersama H. Dedi Wahidi diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial. Lebih dari itu, gerakan tersebut menjadi pengingat bahwa tubuh yang sehat merupakan salah satu modal penting untuk belajar, bekerja, beribadah, dan mengabdi kepada masyarakat.
Dari Lapangan Bola Utama Yayasan Darul Ma’arif, pesan itu disampaikan sederhana: menjaga kesehatan dapat dimulai dari langkah kecil, salah satunya dengan membiasakan diri bergerak dan berolahraga bersama.
Semoga bermanfaat.



