darulmaarif.net – Indramayu, 16 Agustus 2026 | 10.00 WIB
Semangat menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia terus bergelora di berbagai daerah. Di Pondok Pesantren Darul Ma’arif Kaplongan Indramayu, peringatan kemerdekaan tahun ini akan semakin semarak dengan penampilan Tari Saman kolosal yang melibatkan 520 santri putri.
Tari Saman massal tersebut dijadwalkan menjadi salah satu rangkaian utama dalam upacara peringatan HUT ke-81 RI yang akan digelar di lingkungan Pondok Pesantren Darul Ma’arif Kaplongan. Persiapan intensif telah dilakukan para santri dalam beberapa pekan terakhir guna menampilkan pertunjukan yang kompak, harmonis, dan sarat makna kebangsaan.
Koordinator kegiatan menjelaskan bahwa penampilan Tari Saman tidak hanya dimaksudkan untuk memeriahkan perayaan kemerdekaan, tetapi juga sebagai sarana pendidikan karakter bagi para santri. Melalui latihan yang membutuhkan kekompakan, disiplin, dan kerja sama, para peserta diajak menumbuhkan nilai-nilai persatuan yang menjadi fondasi kehidupan berbangsa dan bernegara.
Tari Saman dipilih karena merupakan salah satu warisan budaya Nusantara yang telah diakui dunia dan memiliki nilai historis serta filosofis yang kuat. Gerakan yang serempak dan ritmis mencerminkan semangat kebersamaan, gotong royong, serta solidaritas yang sejalan dengan nilai-nilai perjuangan para pendiri bangsa.
“Penampilan Tari Saman kolosal ini merupakan bentuk penghormatan terhadap kekayaan budaya Indonesia yang luar biasa. Sebagai generasi muda, para santri memiliki tanggung jawab untuk mengenal, mencintai, dan melestarikan warisan budaya bangsanya sendiri,” ujar Usth. Teti Yuliawati, S.Pd., Gr., selaku pengasuhan santri putri.
Selain menjadi atraksi budaya yang menarik, penampilan ratusan santri tersebut diharapkan mampu menumbuhkan rasa bangga terhadap identitas nasional di tengah derasnya arus globalisasi. Pesantren tidak hanya menjadi pusat pendidikan keagamaan, tetapi juga berperan dalam menjaga dan merawat tradisi budaya yang menjadi bagian dari jati diri bangsa Indonesia.
Pimpinan Pondok Pesantren Darul Ma’arif Kaplongan menilai bahwa momentum peringatan kemerdekaan harus dimanfaatkan untuk menanamkan nilai nasionalisme yang selaras dengan ajaran Islam. Cinta tanah air, menurutnya, dapat diwujudkan melalui berbagai bentuk kontribusi positif, termasuk menjaga persatuan dan melestarikan budaya bangsa.
Dengan melibatkan 520 santri putri, Tari Saman kolosal ini diproyeksikan menjadi salah satu penampilan terbesar dalam rangkaian HUT ke-81 RI di lingkungan pesantren. Kehadirannya diharapkan tidak hanya menghibur para peserta upacara, tetapi juga menjadi simbol bahwa semangat kemerdekaan dapat dirayakan melalui perpaduan antara nilai keislaman, pendidikan, dan kecintaan terhadap budaya Nusantara.
Perayaan HUT ke-81 RI di Pondok Pesantren Darul Ma’arif Kaplongan tahun ini pun menjadi momentum untuk meneguhkan kembali pesan bahwa menjaga Indonesia tidak hanya dilakukan dengan mengenang jasa para pahlawan, tetapi juga dengan merawat warisan budaya yang menjadi perekat keberagaman bangsa.
Semoga bermanfaat.



