darulmaarif.net – Indramayu, 19 September 2025 | 22.00 WIB
Hari kedua kemah Perkajusa santri baru Pondok Pesantren Darul Ma’arif Kaplongan berlangsung lebih semarak. Pagi-pagi sekali, para santri bangun untuk shalat Subuh berjamaah yang dipimpin oleh Ustadz Ismail Noer. Suasana pagi penuh kesejukan kian terasa ketika dzikir pagi dan kultum membangkitkan semangat spiritual peserta.
Selepas sarapan, acara utama pun dimulai: Hiking Islami & Jelajah Alam. Kegiatan ini terdiri dari enam pos, yakni PBB (Peraturan Baris Berbaris), solidaritas (KIM), akhlak, pembalut luka, games detektif, dan halang rintang. Setiap pos dipandu pembina yang berbeda, salah satunya Sulkan yang memimpin jalannya hiking. Santri baru tampak antusias menaklukkan rintangan, sambil belajar kerja sama tim dan melatih mental tangguh.
“Alhamdulillah, kegiatan Perkajusa tahun ini berjalan lancar. Hiking menjadi salah satu momen penting untuk melatih fisik, mental, sekaligus kebersamaan para santri baru. Saya melihat anak-anak sangat antusias menaklukkan setiap rintangan. Dari sini, mereka belajar arti kerja sama tim, saling mendukung, dan pantang menyerah. Semua ini adalah bekal berharga untuk kehidupan mereka di pesantren maupun di masa depan,” ujar Sulkan.
Suasana hiking dipenuhi semangat dan keceriaan. Meski harus menghadapi jalan menanjak, rintangan alam, hingga permainan konsentrasi di pos-pos tertentu, para santri tampak bersemangat. Mereka saling menyemangati dan bekerja sama agar bisa melewati tantangan bersama.
Sulkan juga memberikan nasihat khusus untuk para santri.
“Nak, ingatlah bahwa perjalanan hidup itu ibarat hiking. Kadang jalannya menanjak, kadang menurun, ada pula rintangan yang membuat lelah. Tapi dengan kesabaran, semangat, dan saling tolong-menolong, kita pasti bisa sampai ke tujuan. Maka, jadikan kegiatan Perkajusa ini sebagai pelajaran hidup: jangan mudah menyerah, selalu percaya diri, dan tanamkan rasa persaudaraan di antara kalian,” pesannya.
Menjelang siang, para santri mengikuti lomba-lomba kreatif. Ada lomba kreasi makanan, joget keseimbangan, estafet sedotan, ketahanan air, hingga permainan menendang bola. Gelak tawa dan sorak-sorai menyemarakkan suasana. Abdul Rahman Rosyadi selaku pembina lomba menyampaikan bahwa kegiatan ini dirancang agar santri belajar sportif, kreatif, dan mampu mengendalikan diri dalam situasi kompetitif.
Sholat berjamaah tetap menjadi pengikat utama dalam seluruh rangkaian kegiatan. Baik shalat Ashar, Maghrib, hingga Isya dilaksanakan dengan tertib. Bahkan, waktu Maghrib dipadukan dengan sesi tadarus Al-Qur’an (Al-Waqi’ah), sehingga nilai ibadah tetap terjaga meski santri tengah berkemah.
Malam hari, santri diajak untuk menyalurkan bakat dalam Malam Kreasi dan Api Unggun. Penampilan drama, puisi, nasyid, dan pentas seni dari tiap kelompok membuat suasana semakin meriah. Api unggun yang menjulang tinggi menjadi simbol semangat persaudaraan dan tekad para santri dalam menjalani kehidupan selama di pesantren.
Kemah Perkajusa hari kedua benar-benar membekas di hati santri. Mereka tidak hanya belajar menjadi mandiri, tetapi juga menemukan arti kebersamaan dan persaudaraan sejati.
Segera daftarkan putra-putri Anda di Pondok Pesantren Darul Ma’arif Kaplongan Indramayu. Dapatkan pendidikan Islami yang memadukan ilmu agama, teknologi, dan pembentukan karakter santri.
Semoga bermanfaat.