darulmaarif.net – Indramayu, 22 September 2026 | 20.00 WIB
Pernah nggak sih, kamu lagi duduk manis atau cuma main HP, tapi tiba-tiba ngerasa capek banget kayak habis maraton? Padahal kamu nggak habis angkat beban berat atau kerja rodi. Istilah keren jaman sekarang: lowbat mendadak atau burnout misterius.
Banyak orang langsung menyalahkan kurang tidur atau kebanyakan mikirin deadline. Tapi tahu nggak, kalau dilihat dari sudut pandang fisika dan spiritualitas, rasa lelah tiba-tiba ini adalah bukti nyata kalau tubuh kamu lagi tunduk sama hukum alam semesta, yaitu Hukum Termodinamika 2 dan konsep ketetapan Alloh SWT.
Kok bisa ilmu fisika dan ayat Al-Qur’an menjelaskan fenomena “jompo sebelum waktunya” ini? Yuk, kita bahas dengan santai!
Saat Tubuh Kamu Kalah War Lawan “Entropi”
Dalam dunia fisika, ada aturan mutlak bernama Hukum Termodinamika 2. Inti dari hukum ini sebenarnya simpel: di alam semesta ini, segala sesuatu secara alami bakal bergerak dari kondisi teratur menjadi berantakan atau rusak. Tingkat kebrantakan ini disebut dengan istilah Entropi.
Nah, tubuh manusia itu adalah sistem yang super duper teratur. Supaya jantung bisa mompa darah dengan bener, otak bisa mikir jernih, dan mata bisa melek, tubuh kita harus kerja keras memompa energi (dari makanan dan oksigen) buat melawan entropi alias mencegah kerusakan tubuh.
Ketika kamu ngerasa lelah tiba-tiba tanpa sebab, itu artinya sistem pengolah energi di tubuh kamu lagi turun efisiensinya. Energi yang harusnya jadi tenaga (ATP), malah bocor dan berubah jadi panas yang terbuang sia-sia.
Akibat “kebocoran energi” ini, laju entropi (kekacauan sel) naik, dan tubuh kamu ngasih sinyal darurat berupa rasa lelah.
Secara medis, “kebocoran energi” mendadak ini biasanya dipicu sama tiga hal:
- Hipotiroidisme: Mesin pembakar energi di tubuh (kelenjar tiroid) lagi down atau melambat.
- Anemia: Kurang sel darah merah, walhasil oksigen yang diantar ke sel-sel tubuh buat jadi bahan bakar itu seret.
- Chronic Fatigue Syndrome (CFS): Kondisi di mana sel-sel tubuh gagal memproduksi energi secara stabil akibat gangguan imun.
Termodinamika & Sudut Pandang Islam: Dunia Ini Emang Nggak Abadi
Menariknya, prinsip Hukum Termodinamika 2 yang bilang kalau semua energi di alam semesta ini bakal menyusut kualitasnya dan berujung pada kerusakan, ternyata relate banget sama akidah Islam.
Dalam kajian Islam, dunia dan segala isinya ini memang diciptakan fana (tidak kekal). Alam semesta bergerak menuju batas akhir yang namanya kiamat.
Kerennya, para ilmuwan fisika modern juga punya teori serupa tentang akhir alam semesta yang disebut Heat Death of the Universe. Di titik itu, semua energi di kosmos sudah rata, mendingin, dan alam semesta nggak punya tenaga lagi buat bergerak—persis seperti gambaran kehancuran total. Jadi, tubuh kita yang gampang lelah ini adalah contoh kecil dari hukum alam tersebut.
Apa Kata Al-Qur’an? (Biar Nggak Disangka Cocoklogi!)
Biar nggak dikira asal menyambungkan sains dan agama, konsep penyusutan energi dan kelemahan fisik ini punya dasar dalil yang kuat di dalam Al-Qur’an, lengkap dengan tafsir para ulama yang bisa kamu kroscek langsung:
Semua Ada Expired Date-nya
Alloh SWT sudah ngasih tahu kalau semua ciptaan-Nya di dunia ini punya batas waktu penggunaan:
مَا خَلَقْنَا السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ وَمَا بَيْنَهُمَا إِلَّا بِالْحَقِّ وَأَجَلٍ مُّسَمًّى ۚ
Artinya: “Kami tidak menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya melainkan dengan (tujuan) yang benar dan dalam waktu yang ditentukan…” (QS. Al-Ahqaf Ayat 3)
Kalau kamu buka Tafsir Ibnu Katsir, ulama menjelaskan kalau frasa “wa ajalin musamma” artinya segala sesuatu punya batas masa yang sudah fixed. Nggak bisa ditambah atau dikurangi, dan bakal selesai waktu dunianya berakhir. Tubuh kita yang gampang lelah dan menua adalah miniatur dari hukum batas waktu (entropi) ini.
ثم قال :﴿مَا خَلَقْنَا السَّمَوَاتِ وَالأرْضَ وَمَا بَيْنَهُمَا إِلا بِالْحَقِّ﴾ أي : لا على وجه العبث والباطل، ﴿وَأَجَلٌ مُسَمًّى﴾ أي : إلى مدة معينة مضروبة لا تزيد ولا تنقص.
قوله :﴿وَالَّذِينَ كَفَرُوا عَمَّا أُنْذِرُوا مُعْرِضُونَ﴾ أي : لاهون(١) عما يراد بهم، وقد أنزل إليهم كتابا وأرسل إليهم رسول، وهم معرضون عن ذلك كله، أي : وسيعلمون غبّ ذلك
Artinya: “Kemudian Dia (Alloh) berfirman: ‘Kami tidak menciptakan langit dan bumi serta apa yang ada di antara keduanya melainkan dengan kebenaran (tujuan yang hak)’ [QS. Al-Ahqaf ayat 3]. Maksudnya: tidak diciptakan secara sia-sia dan batil. ‘Dan (untuk) waktu yang ditentukan’, maksudnya: hingga batas waktu tertentu yang telah ditetapkan, tidak bertambah dan tidak pula berkurang.
Firman-Nya: ‘Dan orang-orang yang kafir berpaling dari apa yang diperingatkan kepada mereka.’ Maksudnya: mereka lalai terhadap apa yang diancamkan kepada mereka. Padahal sesungguhnya telah diturunkan kepada mereka sebuah Kitab dan telah diutus kepada mereka seorang Rasul, namun mereka berpaling dari itu semua; dan kelak mereka akan mengetahui akibat buruk dari sikap tersebut.” (Im Ibnu Katsir, Tafsirul Qur’anil ‘Adzim, Juz III, hal. 774)
Manusia Itu Emang Didesain Lemah
Fisik kita nggak kayak robot yang bisa non-stop bertenaga penuh. Kita punya grafik naik-turun:
اَللّٰهُ الَّذِيْ خَلَقَكُمْ مِّنْ ضَعْفٍ ثُمَّ جَعَلَ مِنْۢ بَعْدِ ضَعْفٍ قُوَّةً ثُمَّ جَعَلَ مِنْۢ بَعْدِ قُوَّةٍ ضَعْفًا وَّشَيْبَةًۗ يَخْلُقُ مَا يَشَاۤءُۚ وَهُوَ الْعَلِيْمُ الْقَدِيْرُ
Artinya: “Alloh, Dialah yang menciptakan kamu dari keadaan lemah, kemudian Dia menjadikan (kamu) sesudah keadaan lemah itu menjadi kuat, kemudian Dia menjadikan (kamu) sesudah kuat itu lemah (kembali) dan beruban…” (QS. Ar-Rum Ayat 54)
Dalam Tafsir Al-Misbah karya Prof. DR. KH. Quraish Shihab, ayat ini menegaskan kalau penurunan fungsi fisik manusia itu adalah hukum alam yang mutlak (sunnatulloh).
Rasa lelah mendadak yang kita rasain adalah “alarm kecil” dari Alloh supaya manusia nggak sombong dan sadar kalau tubuh mereka diatur oleh hukum Tuhan, bukan kehendak ego mereka sendiri.
Gara-Gara Ngerusak “Timbangan” Tubuh
Sains bilang tubuh lelah karena kita gagal menjaga keseimbangan internal (homeostasis).
Al-Qur’an dari dulu sudah mengingatkan kita buat jaga keseimbangan:
(وَأَقِيمُوا الْوَزْن بِالْقِسْطِ) بِالْعَدْلِ(وَلَا تُخْسِرُوا الْمِيزَان) تنقصوا الموزون
Artinya: “Dan tegakkanlah timbangan itu dengan adil dan janganlah kamu mengurangi neraca itu.” (QS. Ar-Rahman Ayat 9)
Di Tafsir Jalalain, kata al-mizan diartikan sebagai keadilan dan keseimbangan yang Alloh SWT taruh di bumi.
وَأَقِيمُوا الْوَزْنَ بِالْقِسْطِ وَلَا تُخْسِرُوا الْمِيزَانَ
Artinya: “Dan tegakkanlah timbangan itu dengan adil, dan janganlah kamu mengurangi neraca (timbangan) itu.” Maksudnya: (janganlah kamu) mengurangi barang yang ditimbang.” (Tafsir Jalalain, Juz I, hal. 709)
Secara biologis, kalau kamu merusak keseimbangan tubuh—misalnya begadang mulu, jarang minum air putih, atau stres berlebihan—kamu lagi “mengurangi neraca” tubuh. Efeknya? Hukum Termodinamika 2 bakal langsung bekerja cepat bikin energi kamu drop seketika.
Jadi, kalau tiba-tiba kamu ngerasa lelah padahal nggak ngapa-ngapain, jangan langsung bingung.
Secara sains, Hukum Termodinamika 2 lagi bekerja: tubuh kamu lagi kehilangan efisiensi buat ngelawan entropi. Secara Islam, itu adalah pengingat kalau kita ini makhluk yang dlo’if, alias lemah dan fana.
Kalau sinyal lelah itu datang, solusinya cuma satu: istirahat. Kasih waktu buat sel tubuh kamu charging energi baru lewat hidrasi dan tidur yang cukup, biar timbangan biologis kamu kembali seimbang!
Semoga bermanfaat. Wallohu a’lam.



