Menarik! Rahasia Huruf Ba’ Pada Lafadz Basmalah

darulmaarif.net – Indramayu, 20 Desember 2022 | 10.00 WIB

Setiap sesuatu yang tidak diawali dengan bacaan basmalah, maka akan tertolak atau amal perbuatan yang dikerjakan jadi sia-sia (tidak berkah). Dalam hal ini, baginda Nabi Muhammad SAW bersabda:

كُلُّ أَمْرٍ ذِيْ بَالٍ لاَ يُبْدَأُ فِيْهِ بِـبِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ فَهُوَ أَبْتَرُ

Artinya: “Setiap perkara penting yang tidak dimulai dengan ‘bismillah’, maka amalan tersebut terputus (kurang) keberkahannya.” (HR. Al-Khotib).

Huruf ba’ (bi) adalah huruf jer yang memiliki ta’alluq (ikatan) pada kalimat sebelumnya yang dalam lafadz basmalah ini ta’alluqnya dibuang, bila ditampakkan kira-kira berbunyi أبتدأ “aku memulai”, Sehingga bismillah berarti “saya atau kami memulai dengan (menyebut) nama Alloh”. Dengan demikian kalimat tersebut menjadi semacam doa atau pernyataan dari si pengucap. Atau dapat juga diartikan sebagai perintah dari Alloh (walaupun kalimat tersebut tidak berbentuk perintah);
“Mulailah dengan nama Alloh!”.


Huruf بِ (bi) yang diterjemahkan dengan kata “dengan, bersama” itu dikaitkan dalam benak dengan kata “kekuasaan dan pertolongan”. Dengan demikian pengucap basmalah seakan-akan berkata, “Dengan kekuasaan Alloh dan pertolongan-Nya, pekerjaan yang sedang saya lakukan ini dapat terlaksana”.

Pengucapnya seharusnya sadar bahwa tanpa kekuasaan Alloh dan pertolongan-Nya, apa yang sedang dikerjakannya itu tidak akan berhasil. Ia menyadari kelemahan dan keterbatasan dirinya tetapi pada saat yang sama-setelah menghayati arti basmalah ini, ia memiliki kekuatan dan rasa percaya diri karena ketika itu dia telah menyandarkan dirinya dan bermohon bantuan Alloh Dzat Yang Maha Kuasa itu.

Dalam kitab tafsir Ma’riful Qur’an, Mufti Shafi Usmani r.a memberikan analisa secara bahasa tentang makna kata bismillah. Menurut beliau kata bismillah terdiri dari 3 suku kata ba’, ism dan Alloh (ب – إسم – الّله) Kata ba’ memiliki 3 konotasi dalam bahasa Arab:

  1. Mengekspresikan kedekatan antara dua benda yang satu dengan lainnya hampir tidak memiliki jarak;
  2. Mencari pertolongan dari seseorang atau sesuatu;
  3. Mencari berkah dari seseorang atau sesuatu.

Sungguh luas bila seseorang mendalami sekedar arti ba’ yang terdapat pada basmalah seperti apa yang pernah di tuturkan oleh Sayyidina Ali karomallohu wajhah yang dikutip dalam kitab ‘I’anathut Tthoolibiin:

“Jika mau aku akan membebani delapan puluh unta untuk memuat makna dari huruf ba’ dalam kalimat basmalah.”

Seperti halnya pernyataan Imam Assyarbiny dalam kitab Al-Iqnaa’, “Alloh menurunkan sebanyak seratus empat kitab kepada tujuh orang Nabi-Nya, dan seluruh kitab tersebut terkumpul dalam empat kitab, yaitu al-Qur’an, Taurot, Injil dan Zabur. Dari keempat kitab tersebut terkumpul dalam satu kitab yaitu al-Qur’an.

Dan semua surat yang ada dalam al-Qur’an terkumpul dalam satu surat yaitu al-Fatihah, dan seluruh ayat yang terdapat dalam al-Fatihah terkumpul dalam bismillahir rahmanir rahim. Ada riwayat lain yang menyebutkan bahwa semua yang terdapat dalam kalimat basmalah terkumpul dalam huruf ba’ dan semua yang terdapat dalam huruf ba’ terkumpul dalam titiknya huruf ba’.

( فَائِدَةٌ ) قَالَ النَّسَفِيُّ فِي تَفْسِيرِهِ قِيلَ الْكُتُبُ الْمُنَزَّلَةُ مِنْ السَّمَاءِ إلَى الدُّنْيَا مِائَةٌ وَأَرْبَعَةٌ صُحُفُ شِيثٍ سِتُّونَ وَصُحُفُ إبْرَاهِيمَ ثَلَاثُونَ وَصُحُفُ مُوسَى قَبْلَ التَّوْرَاةِ عَشْرَةٌ وَالتَّوْرَاةُ وَالْإِنْجِيلُ وَالزَّبُورُ وَالْفُرْقَانُ وَمَعَانِي كُلِّ الْكُتُبِ أَيْ غَيْرِ الْقُرْآنِ مَجْمُوعَةٌ فِي الْقُرْآنِ وَمَعَانِي كُلِّ الْقُرْآنِ مَجْمُوعَةٌ فِي الْفَاتِحَةِ وَمَعَانِي الْفَاتِحَةِ مَجْمُوعَةٌ فِي الْبَسْمَلَةِ وَمَعَانِي الْبَسْمَلَةِ مَجْمُوعَةٌ فِي بَائِهَا وَمَعْنَاهَا أَيْ الْإِشَارِيُّ بِي كَانَ مَا كَانَ وَبِي يَكُونُ مَا يَكُونُ زَادَ بَعْضُهُمْ وَمَعَانِي الْبَاءِ فِي نُقْطَتِهَا ا هـ قَالَ شَيْخُنَا ، وَالْمُرَادُ بِهَا أَوَّلُ نُقْطَةٍ تَنْزِلُ مِنْ الْقَلَمِ الَّتِي يُسْتَمَدُّ مِنْهَا الْخَطُّ لَا النُّقْطَةُ الَّتِي تَحْتَ الْبَاءِ خِلَافًا لِمَنْ تَوَهَّمَهُ وَمَعْنَاهَا الْإِشَارِيُّ أَنَّ ذَاتَهُ تَعَالَى نُقْطَةُ الْوُجُودِ الْمُسْتَمَدُّ مِنْهَا كُلُّ مَوْجُودٍ ا هـ .

Arti makna Basmalah termuat dalam huruf ba’ nya. Menurut Syekh Ibrohim dalam kitab Jauharotut Tauhid artinya: “BIMAA SYAA-A ALLAAHU KAANA, WA BIMAA LAM YASYA’ LAM YAKUN” apa yang di kehendaki Alloh pasti wujud, dan yang tidak di kehendaki-Nya tidak akan wujud; Ada juga yang mengartikan sebagai wujud kata isyarat dari “BII KAANA MAA KAANA, WA BII YAKUUNU MAA YAKUUNU” Hanya sebab Aku (Alloh) segala yang telah terjadi dan hanya sebab Aku (Alloh) segala yang akan terjadi.

Sebagian ‘Ulama ada juga yang menambahkan Makna yang terkandung dalam huruf ba’ teringkas pada nuqthoh, titik yang ada pada Al-Qolam (di lauhil mahfuudz) yang menunjukkan bahwa Dzat Alloh adalah pusat dari segala sesuatu yang wujud. (Tuhfatul Habib I/30-33).

ومما يتعلق بالبسملة من المعاني الدقيقة ما قيل إن الباء بهاء الله والسين سناء الله والميم مجد الله وقيل الباء بكاء التائبين والسين سهو الغافلين والميم مغفرته للمذنبين.

Ada pula yang mengartikan rahasia di balik makna basmalah :
Ba’ = بهاء الِله (Keagungan Alloh);
Sin = سناء الّله (Kemegahan Alloh);
Mim = مجد الّله (kemuliaan Alloh).
Ada juga yang mengartikan :
Ba’ = بكاء التائبين (Tangisan orang-orang yang bertaubat);
Sin = سهو الغافلين (Kealpaan orang-orang yang lalai);
Mim = مغفرته المذنبين (Ampunan Alloh untuk mereka yang berbuat dosa).
Dalam arti seberapapun besar dosa seorang hamba dan kealpaan dia asal dia bertaubat dan menyesal dengan bersimpuh dan menangis dihadapanNya, ampunan Allah selalu terbuka. (I’anatut Thoolibiin I/4).

Diantara pemaknaan ar-Rohmaan dan ar-Rohiim pada lafadz Basmalah memang demikian.

ar-Rahmaan : al-Mun’iim bi jalaa-ilin ni’am (Sang Pemberi dengan agung-agungnya kenikmatan);

ar-Rahiim : al-Mun’im bi daqaa-iqin ni’am (Sang Pemberi dengan rahasia-rahasianya kenikmatan).

Bila menilik secara tekstual yang ada pada kitab I’aanah, uraiannya semacam ini:

والحكمة في أن الله سبحانه وتعالى جعل افتتاح البسملة بالباء دون غيرها من الحروف وأسقط الألف من اسم وجعل الباء في مكانها أن الباء حرف شفوي تنفتح به الشفة ما لا تنفتح بغيره ولذلك كان أول انفتاح فم الذرة الإنسانية في عهد ألست بربكم بالباء في جواب بلى

Hikmah Alloh menjadikan permulaan Basmalah dengan huruf Ba’ bukan dengan huruf lainnya dan menghilangkan huruf Alif pada kalimat Ismin dan meletakkan huruf Ba’ di tempatnya bahwa:

“Huruf BA adalah huruf yang keluar dari bibir yang saat mengucapkannya bibir terbuka berbeda dengan huruf bibir lainnya (Mim dan Wau) seperti halnya saat terbukanya bibir embrio janin manusia kala dalam rahim ibunya saat mengikat janji dengan Alloh: ألست بربّكم؟ “Bukankah aku Tuhanmu ? janin tersebut menjawab dengan kalimat yang diawali dengan Ba’ juga yaitu قالوا بلى شهدنا yang artinya, Ya’ Engkaulah Tuhanku. (I’anatut Thoolibiin I/5).

أن الباء حرف شفوي تنفتح به الشفة ما لا تنفتح بغيره ولذلك كان أول انفتاح فم الذرة الإنسانية في عهد ألست بربكم بالباء في جواب بلى وأنها مكسورة أبدا
فلما كانت فيها الكسرة والانكسار في الصورة والمعنى وجدت شرف العندية من الله تعالى كما قال أنا عند المنكسرة قلوبهم بخلاف الألف فإن فيها ترفعا وتكبرا وتطاولا فلذلك أسقطت

Huruf Ba’ adalah huruf jer yang senantiasa dibaca kasroh (artinya: pecah, kalah), menunjukkan keagungan Tuhan dan kebutuhan seorang hamba yang hatinya senantiasa diliputi rasa gelisah (baca pecah) seperti dalam setiap munajat seorang hamba:

أنا خادم ينكسر قلبه دائمًا

“Aku adalah hamba yang hatinya selalu terpecah”

Berbeda dengan alif yang menunjukkan arti tinggi, sombong, panjang, oleh karenanya alif dalam lafadz Basmalah digugurkan. (I’aanatut Thoolibiin I/5).

Menurut sebuah pendapat:

وقيل: لما أسقطوا الألف ردوا طول الألف على الباء ليكون دالا على سقوط الألف، ألا ترى أنه لما كتبت الألف في اقْرَأْ بِاسْمِ رَبِّكَ (العلق ) ردت الباء إلى صيغتها ولا تحذف الألف إذا أضيف الاسم إلى غير الله ولا مع غير الباء

Dikatakan: Alasan alif tidak digugurkan dalam surat al-‘Alaq: إقرأ باسم ربّك karena Ismi yang ada disana tidak diidhofahkan pada lafadz Alloh. Gugurnya alif batasannya bila Ismi diidhofahkan pada lafadz Alloh dan di jerkan dengan huruf Ba’. (Tafsir Baghowy).

Itulah rahasia dibalik huruf Ba’ yang terkandung dalam lafadz Basmalah. Maha Suci Alloh dengan segala rahasia Firman-Nya.

Semoga bermanfaat. Wallohu a’lam.