Keutamaan 10 Hari Terakhir Puasa Ramadhan

darulmaarif.net – Indramayu, 01 April 2024 | 01.00 WIB

Bulan Ramadhan merupakan bulan Istimewa. Bulan Ramadhan memiliki keutamaan dan keistimewaan yang besar di antara bulan-bulan lain, pahala amal ibadah dilipatgandakan, dosa-dosa diampuni bagi mereka yang bertaubat, segala aktivitas baik bernilai ibadah dan Alloh ganjar dengan pahala yang besar.

Bulan Ramadhan dibagi menjadi tiga fase. Fase pertama adalah sepuluh hari pertama yang merupakan fase rahmat dan kasih sayang Alloh. Fase sepuluh hari kedua dinamakan fase maghfirah yakni ampunan dari Alloh Swt, dan Fase sepuluh hari ketiga adalah Fase Itqun minan Naar yakni pembebasan dari api neraka.

Fase 10 hari terakhir menjadi sangat istimewa dan selalu menjadi malam-malam favorit Rosululloh Saw. Beliau sudah memberikan contoh bagaimana memaksimalkan hari spesial 10 malam terakhir Ramadhan ini.

Di antara yang dilakukan Rosululloh adalah pertama, menghidupkan malam-malam Ramadhan, membangunkan keluarganya untuk sholat malam, dan mengencangkan gamisnya yakni menghindari tempat tidur dengan memisahkan diri dari istri-istri beliau.

“Ketika memasuki sepuluh akhir Ramadhan, Nabi fokus beribadah, mengisi malamnya dengan ibadah, dan membangunkan keluarganya untuk ikut ibadah,” (HR Al- Bukhari).

Disebutkan dalam Kitab Fathul Mu’in tiga amalan utama yang mesti dilakukan pada sepuluh akhir Ramadhan adalah pertama memperbanyak sedekah, mencukupi kebutuhan keluarga, dan berbuat baik kepada karib-kerabat dan tetangga.

Kedua, memperbanyak membaca Al-Quran. Imam An-Nawawi menjelaskan, membaca Al-Quran di akhir malam lebih baik ketimbang awal malam dan membaca Al-Quran yang paling baik di siang hari adalah setelah shalat shubuh.

Ketiga, memperbanyak i’tikaf. Hal ini sesuai dengan kebiasaan Rasulullah yang meningkatkan ibadah dengan cara beri’tikaf di masjid pada sepuluh akhir Ramadhan.

Ada banyak keutamaan 10 malam terakhir Ramadhan, sehingga Rosululloh Saw pun meningkatkan ibadahnya.

berikut beberapa keutamaan 10 malam terakhir Ramadhan:

1. Penutup Bulan yang Penuh Berkah

10 malam terakhir bulan ramadhan ini menjadi penutup dari bulan suci Ramadhan yang penuh berkah ini. Dari sini, juga dapat diketahui siapa yang akan mendapatkan kemulian bulan suci ini. Lantaran, setiap amalan manusia dinilai dari amalan penutupnya.

Banyak orang yang begitu semangat ketika awal memasuki bulan puasa. Akan tetapi semangat itupun hilang pada malam-malam terakhir.

2. Malam yang Paling Dicintai Rosululloh

Malam terakhir ramadhan juga merupakan malam yang paling dicintai Rasulullah dibanding malam-malam sebelumnya. Hal ini terlihat dari kesungguhan Nabi dalam beribadah pada malam ini.

3. Merindukan Malam Lailatul Qadar

Sepertiga malam terakhir bulan ramadhan juga menjadi waktu diyakini turunnya malam Lailatul Qadar. Yakni malam yang keutamaannya melebihi 1000 bulan.

Syekh Yusuf Qordlowi menyebutkan waktu 1000 bulan ini sama dengan 83 tahun 4 bulan. Artinya orang yang melakukan ibadah pada malam ini mendapatkan pahala melebihi beribadah selama 83 tahun lamanya.

4. Tidak Terlena Kesibukan Menjelang Hari Raya

Banyak orang yang menjadi sibuk mempersiapkan moment lebaran atau Idul Fitri di hari-hari terakhir Ramadhan. Karena itu Rosululloh Saw mencontohkan memperbanyak ibadah malam malam-malam ini agar umatnya tidak terlena dalam euforia tersebut.

Semoga bermanfaat. Wallohu a’lam.